Sekilas Cerita di Bulan Juni


Cinta di bulan Juni..
Sekilas memandang wajahnya yang penuh binar cahaya cinta, aku pun perlahan seperti terperangkap dalam cinta yang kembali menyapa. Manis, sungguh manis awalnya. Manis katanya, manis ucapnya, manis janjinya, bahkan manis yang sering dia lontarkan pada wanita yang disayangnya .  Perlahan hari berjalan memang sungguh manis, seperti layaknya hidup penuh dengan binar cahaya cinta. Dia mampu luluhkan hati yang terluka , kembalikan senyum yang pernah terlupa, bahkan cinta yang pernah tiada.
Benar memang kata orang, hati yang terluka memang mampu terlupa oleh cinta yang dirasakan tulus oleh orang yg mulai menyapa. Menyapa dalam setiap canda,tawa bahkan cerita. Ada bahagia yang terasa pada saat cinta baru hadir dengan penuh rahasia. Cinta yang kataya sempat terpendam beberapa hari,minggu bahkan bulan yg berlalu. Dia mampu bercerita seakan hidup itu harus bahagia, dia mampu memberi kenyamanan dalam chat disetiap harinya, dia mampu memberi arti dari sebuah kasih sayang dia dia dan dia. Yah, dia seakan mampu merasuk dalam relung hati sanubari. Aku perlahan mulai bahagia dengan arti hadirnya, arti setiap perhatiaanya,kasih sayangnya, bahkan mungkin cintanya. Aku mulai menyayanginya,mencintainya, bahkan selalu merindunya.
Sejak saat itu mungkin harus ku akui aku memang jatuh cinta pada cinta yang menyapa. Sungguh bahagia terasa dalam asa ketika bisa bersama. Manis sungguh manis saat itu. Tapi, manis memang tak selalu manis. Adakalanya pahit terasa. Sakit,perih terasa menusuk jiwa. Ku akui saat itu pula, hatiku pun kembali terluka.

Pahit dibulan Juni….
Juni, memang ada manis ada pahit. Manisnya janji, memang tak selalu manis dengan bukti. Manisnya kata cinta,sayang, semuanya sirna dalam pandangan mata. Perlahan semua berbeda tak lagi sama. Dia yang awalnya menyapa, dia juga yang pada akhirnya berbeda. Perlahan, hatiku bertanya,“mengapa semuanya berbeda,mengapa tak lagi sama,mengapa semua perlahan hilang pada saat aku mulai merasa arti cinta yang datang?”. Hingga pada akhirnya ada masa dimana hatiku kembali harus terluka. Kejujurannya kurasa menusuk jiwa, pahit, sakit, kala aku mendengarnya. Entah kata yang dilontarkannya benar fakta, atau kebohongan belaka. Hmmm, dia memang sudah tak lagi sama. Dia seakan mendesak dengan penuh sakit yang menyesakkan jiwa, dia seakan ingin pergi namun tak sanggup mengakhiri. Dia seakan memaksa hatiku untuk berkata, “ya,aku akan pergi!”. Sampai dimana dia mengutarakan rangkaian kata yg kurasa tak seharusnya diperdebatkan. Saat aku menjawab, dia pun selalu menghalau semua jawaban. Yang pada dasarnya semua rangkaian katanya memaksa aku harus berkata “Aku akan pergi”.
Misteri dibulan Juni..
Sejak semuanya berakhir, aku mencoba untuk menerima semua alasan yang harus aku relakan. Namun, semakin aku rasakan, semuanya terasa berbeda dengan alasan yg dia berikan. Kutemukan ada orang hadir dalam sepenggal kisah bulan Juniku. Orang itu tak asing kudengar, namun beraninya hadir membuat semuanya hancur memudar. Entah siapa yang harus salahkan, namun pada intinya hati ini sungguh hancur berantakan. Kebohongan besar tlah aku dapatkan dari manis nya ucapan orang yang konon katanya pernah memperjuangkan. Aku tak mau berucap ada pengkhianatan, namun pada semua hal yang aku dapatkan, dapat kusimpulkan “inilah pengkhianatan”. Mungkin, saat ini aku harus benar mengikhlaskan, meski memang perih namun semuanya nyata adanya. Tak bisa pungkiri, tak bisa dihalangi, tak bisa dilewati. Namun, sebelum bertindak dia seharusnya dia jujur bahwasannya " Bila ada cinta yang membuatmu merasa nyaman coba kau katakan. Bila benar ada lepaskan hatiku terlebih dahulu darimu." . Karna kau tahu, semua ini “Adil bagimu, tapi tak adil bagiku”, sayang.
Makna dibulan Juni……
Juni, bulan dimana aku merasa terbang bersama orang tersayang, sampai dimana aku harus terluka lagi dengan pahitnya kata sayang.

Bloggers, namun meski kalian pernah terluka dengan kata sayang, tak seharusnya kalian merasa harus ada kebencian yang menggemakan. Coba ikhlaskan, relakan,lupakan dan pandangilah mereka yang pernah melukaimu dengan senyuman manis yang melekat pada ingatan.
Thanks for reading, see in next post. Bye...

Komentar

  1. Uuuh ike😂 udahlah bikin novel aja😍

    BalasHapus
  2. Ko samaan ya cuy? Haha berikan senyuman termanis pada sebuah pengkhianatan, sesungguhnya semuanya memberi arti😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAJA

Untukmu,

I Believe I Can Fly