Kepergianmu

“ Waktu terasa semakin berlalu,tinggalkan ceritakan tentang kita. Akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskah semua sepi dihati.Ada cerita tentang aku dan dia dan kita bersama saat dulu kala.Ada cerita tentang masa yang indah saat kita berduka saat kita tertawa. Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita..”
Mungkin sepenggal lirik itu mengingatkanku padamu kawan. Tak terasa seminggu sudah kamu meninggalkan kami disini.Tapi rasanya hati ini belum sepenuhnnya percaya bahwa kenyataan dirimu tlah tiada.12 November, adalah mimpi buruk untukku, orang tuamu ,keluargamu, sahabatamu, kekasihmu juga orang yang menyayangimu
Sekilas kubayangkan dirimu kawan.Selintas kuingat lagi kebersamaan yang pernah kita buat bersama.Tertawaan kecil yang slalu kau lakaukan,sikapmu yang lucu,tingkahmu yang kocak,kesukaanmu pada bola,juga semua tentangmu yang slalu kurindukan.Dalam lubuk hati ini belum sepenuhnya aku percaya jika sekarang kamu tlah pergi.Tadinya kusangka ini hanya mimpi buruk tidurku,tapi faktanya ini kenyataan pahit dalam hidupku.Kehilangan sahabat sepertimu bukanlah hal yang mudah tuk dijalani, justru hal yang sangat luar biasa pedihnya.Apalagi jika harus kehilangan sahabat yang sangat periang sepertimu.Sungguh butuh waktu untukku untuk mengikhlaskan semuanya.Kehilanganmu membuatku menyesali semuanya. Aku meyesal karna aku tlah menyianyiakan waktu yang bisa dilakukan bersamamu dengan begitu saja. Sungguh,ini penyesalan terdalam untukku. Aku memang bodoh, tlah membuang waktu dengan percuma.Maafkan aku kawanL
Kawan, begitu banyak kenangan sosok sepertimu dalam memori otakku.Sejak kecil aku mengenalmu,sampai diumur 17 tahunmu,hingga sampai ajal menjemputmu.Pernah kufikir saat dewasa nanti kita akan bersama sama menaungi hidup dengan kesuksean tapi nyatanya, kau pergi lebih dulu meninggalkaknku. Sungguh ini kenyataan yang pahit untukku, aku benci pada semuanya. Aku benci pada takdir yang mengharuskan dirimu pergi terlebih dahulu,aku benci pada penyakit Sinusmu yang dengan beraninya dengan perlahan merenggut nyawamu.
Kawan, perlahan air mata ini menetes lagi saat mengingatmu.Tetesan yang dengan beraninya keluar seakan lebih mengingatkanku padamu.Kawan, satu harapku. Semoga kau bahagia disurga Nya.Aku dan semua orang yang menyayangimu disini pasti akan selalu merindukanmu. Selamat jalan kawan, semoga kelak nanti saat aku menyusulmu kita akan bertemu disurga Alloh yang indah. Amin.........


Aulia, I’ll always remember and missing you({})

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAJA

Untukmu,

I Believe I Can Fly