Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Kepergianmu

“ Waktu terasa semakin berlalu,tinggalkan ceritakan tentang kita. Akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskah semua sepi dihati.Ada cerita tentang aku dan dia dan kita bersama saat dulu kala.Ada cerita tentang masa yang indah saat kita berduka saat kita tertawa. Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita..” Mungkin sepenggal lirik itu mengingatkanku padamu kawan. Tak terasa seminggu sudah kamu meninggalkan kami disini.Tapi rasanya hati ini belum sepenuhnnya percaya bahwa kenyataan dirimu tlah tiada.12 November, adalah mimpi buruk untukku, orang tuamu ,keluargamu, sahabatamu, kekasihmu juga orang yang menyayangimu Sekilas kubayangkan dirimu kawan.Selintas kuingat lagi kebersamaan yang pernah kita buat bersama.Tertawaan kecil yang slalu kau lakaukan,sikapmu yang lucu,tingkahmu yang kocak,kesukaanmu pada bola,juga semua tentangmu yang slalu kurindukan.Dalam lubuk hati ini belum sepenuhnya aku percaya jika sekarang kamu tlah pergi.Tadinya kusangka ini hanya mimpi...

Berlian Yang Sirna

Mata ini beralih kepadamu Sosok yang tak pernah kukenal Yang tak pernah aku sadari sebelumnya Kau berlian indah nan sempurna Menghilau dalam bola mata Bersinar menebar dalam hati Pencerah jiwa yang mati karna duri Kau bayangan terindah yang kurasa Tapi mengapa kini, Kau layaknya bayangan penuh luka tak terduga Kau hancurkan rasa yang ada Kau lukai hati yang pernah terang lagi Hingga kau padamkan lagi hati yang mulai bangkit dari duri Tak bisakah kau mengerti berlianku? Aku mengagumimu sejak awal aku melihatmu Lewat sujudmu padaNya Tapi entahlah kau tak pernah menghiraunya Mungkinkah kau hanya mimpi indahku saja? Yang mungkin takkan pernah menjadi nyata Duhai berlianku.. Haruskah aku mengikhlaskan dan menyadai? Bahwa berlian yang ku anggap indah Harus sirna oleh harapan yang pupus Namun, dalam lubuk hati ini Aku tak pernah memungkiri hati dan rasaku Bahwa aku menyayangimu Oktober..

Kesalahanku

Heningnya malam yang gelap Hamparan bintang bertaburan Dia bersinar dalam kegelapan Sedangkan Aku......... Hanya mampu termenung dalam kegelapan Hitam dilangit Sangatlah padam layaknya aku Aku terpadam saat aku ingin bertahan Aku termenung pada saat aku sudah hampir melupakan semuanya Luka lama yang pernah ada Perlahan hadir kembali Hadir dengan sangat tajamnya Selayak duri mawar hitam yang tertancap dalam Sungguh menggoreskan luka,pedih dan lebih dari sakit Tak terasa sakitnya sampai hinggap dilubuk kalbu Aku berfikir Sebegitu bencinnya kamu padaku Apa salahku? Bukankah ini takdir? Takdir dimana aku mulai mengenalmu Sampai tak terduga,aku mulai mengagumimu Bahkan menyayangimu Tapi.. Jika memang rasamu tak pernah sama Tolonglah sedikit menghargai Aku disini sebatas korban Korban dari takdir yang ada Korban atas wajah parsasmu yg menggoda Tapi, sedikit mengulang Apakah orang spertimu masih memiliki rasa mengahragai? Te...